Sekilas tentang Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan).

Pernahkah agan merasa khawatir, cemas dan merasa takut akan sesuatu? Seperti halnya saat agan baru pertama kali masuk ke Sekolah baru, agan merasa cemas apakah agan bisa mendapatkan teman. Lalu seiring waktu berjalan, agak mulai cemas, khawatir dan takut dengan hasil ujian agan. Dan kemudian agan mulai memikirkan tentang masa depan agan setelah lulus sekolah nanti. Author sendiri sering mengalaminya. Author sering memikirkan tentang akan jadi apa diriku ini kelak setelah lulus dari kampus ini dengan rasa cemas (baper mode ON).

Perasaan khawatir, cemas dan takut mengenai sesuatu yang belum pasti biasa menghantui diri kita. Namun, rasa cemas dan khawatir yang berlebihan bisa mengganggu diri agan dalam berbagai kondisi tertentu. Dalam dunia psikologis, gangguan ini sering disebut sebagai Anxiety Disorder.

Memahami Anxiety Disorder
Anxiety atau rasa khawatir merupakan salah satu bentuk respon alami dari tubuh kita yang secara alami memperingati diri kita saat kita merasa terancam, tertekan, atau ketika kita menghadapi situasi yang membuat kita stress.

Dalam era modern, anxiety tidak selalu menjadi sebuah hal yang burruk loh gan. Faktanya, anxiety dapat membantu agan untuk tetap siaga dan fokus, memacu agan untuk melakukan sesuatu, dan memotivasi agan untuk menyelesaikan masalah. Namun ketika anxiety atau rasa cemas agan sudah berlebihan, ketika ia mulai mengganggu hubungan dan kegiatan agan. Anxiety berhenti berfungsi ketika ia sudah melebihi batas normal, membuat rasa cemas menjadi gangguan rasa cemas.

Tanda dan Gejala Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder).
Karena Anxiety Disorder merupakan suatu kelompok dengan kondisi yang relatif, bukan sebuah gangguan tunggal, maka gangguan ini bisa terlihat berbeda dari satu orang dengan orang lainnya. Satu individu mungkin menderita gangguan kecemasa secara hebat (intens) yang menyerang tanpa adanya peringatan sebelumnya, sedang yang lain mulai merasa cemas  saat harus berbaur dengan orang-orang di pesta. Atau Satu individu merasa cemas dan takut kehilangan kendali saat mengemudi, sedangkan individu yang lain merasakan ketegangan dan kekhawatiran atas segala seuatu.

Meskipun bentuknya ada bermacam-macam, semua gangguan kecemasan (anxiety disorder) memiliki satu gejala utama yang sama yaitu : "ketakutan secara terus-menerus atau merasa khawatir dalam situasi di mana kebanyakan orang tidak merasa terancam".

Gejala Emosional dari Anxiety.
Selain gejala utama yang tadi, gejala emosional umum yang terjadi pada orang yang mengalami anxiety disorder adalah :
  • Perasaan ketakutan dan kecemasan,
  • Sulit berkonsentrasi,
  • Merasa tegang dan gelisah,
  • Selalu mengantisipasi terjadinya hal yang buruk,
  • Lekas marah,
  • Resah,
  • Sering mengamati tanda-tanda bahaya (Waspada),
  • Merasa pikirannya menjadi kosong (blank).
Gejala Fisik dari Anxiety.
Rasa cemas itu sebenarnya tidak mencakup perasaan saja. Sebagai hasil dari "fight or flight" tubuh, rasa cemas juga melibatkan beberapa gejala fisik. Karena anxiety disorder memiliki gejala fisik yang banyak, maka banyak penderita anxiety disorder yang sering disalah artikan oleh medis tentang gangguan yang mereka derita. Mereka mungkin harus memeriksakan diri ke berbagai dokter untuk dapat menemukan penyakit mereka yang sesungguhnya. Gejala fisik yang umum dari anxiety disorder adalah :
  • Jantung berdebar-debar,
  • Berkeringat,
  • Sakit perut atau pusing,
  • Sering buang air,
  • Sesak napas,
  • Gemetar dan sering menyentak,
  • Otot tegang,
  • Sakit kepala atau pusing,
  • Rasa lelah dan letih,
  • Insomnia.
Berbagai Jenis Anxiety Disorder.
Ada 6 jenis Anxiety Disorder yang umum yang masing-masing memiliki gejala-gejala mereka sendiri :

Generalized anxiety disorder (GAD), orang dengan GAD adalah mereka yang khawatir terus menerus dan merasa cemas hampir sepanjang waktu, yang bahkan mereka sendiri pun tidak tahu mengapa. Gangguan kecemasan GAD biasanya muncul dalam bentuk gejala fisik seperti insomnia, sakit perut, gelisah, dan kelelahan.
Generalized Anxiety Disorder

Anxiety attack (Panic Disorder), orang dengan Panic disorder sering merasa diteror secara tiba-tiba dan berulang-ulang. Panic disoreder biasanya juga disertai dengan agoraphobia, yang merupakanketakutan yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, saat seseorang akan sulit untuk dapat melarikan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila terjadi kepanikan. Penderita agoraphobia biasanya menghindari tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan atau ruangan terbatas seperti pesawat terbang.
Panic Disorder biasanya ditandai dengan gejala fisisk seperti mudah berkeringat, merasakan sakit di dada, palpitasi (detak jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti sedang mengalami serangan jantung.
Anxiety Attack (Panic Disorder)

Obsessive-compulsive disorder (OCD), orang dengan OCD ini biasanya memiliki gangguan pikiran yang konstan dan ketakutan tertentu akan sesuatu secara berlebihan sehingga terdorong untuk melakukan ritual atau rutinitas tertentu. Misalnya, orang yang takut pada kuman secara berlebihan sering kali berpikiran bahwa ada banyak kuman di sekelilingnya, sehingga setiap kali ia menyentuh sesuatu, ia harus segera mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan.
Obessive-Compulsive Disorder (OCD)
Phobia, merupakan rasa takut yang tidak realistis atau berlebihan dari objek, aktivitas, atau situasi tertentu yang dalam kenyataannya hanya menyajikan sedikit atau tidak ada bahaya sama sekali. Phobia yang umum biasanya meliputi ketakutan terhadap hewan (seperti ular, laba-laba, dan kecoak terbang), takut terbang, dan takut akan ketinggian.
Phobia

Social anxiety disorder, orang yang mengalami gangguan ini biasanya merasa cemas dan takut terhadap penilaian orang lain terhadap dirinya, takut diejek, merasa takut tidak diterima oleh orang lain, dsb. Istilahnya biasa disebut sebagai Social Phobia.
Social Anxiety Disorder
Post-traumatic stress disorder (PTSD), orang yang dengan PTSD biasanya pernah mengalami sebuah peristiwa yang mengerikan di masa lalu seperti pelecehan, ditinggal nikah orang yang disayangi (based for true story dari ke-2 author, lol), kematian yang tak terduga dari orang yagn dicintai, dsb. Orang dengan PTSD biasanya memiliki pikiran dan kenangan abadi dan cenderung menakutkan tentang kejadian tersebut. Biasanya, orang dengan PTSD itu mati rasa secara emosional dan sudah tidak memiliki semangat untuk hidup, rasanya hampa gan (T^T).
Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)

Cara Mengobati (Setidaknya Mendekati) Anxiety Disorder.
Gangguan kecemasan ini bisa diatasi dengan pengobatan, seperti pemberian anti depresan. Atau juga dengan psikoterapi, terapi perilaku, terapi relaksasi, atau bahkan diet. Biasanya para ahli membantu pasiennya untuk berbicara dan menemukan cara-cara untuk menangani gangguan ini. Namun, pengidap (ya elah) juga bisa mengobati gangguan ini sendiri dengan cara :

  1. Berhubungan dengan orang lain, karena kesepian dan isolasi merupakan panggung utama dari rasa cemas yang berlebihan.
  2. Mempraktikkan teknik relaksasi, karena mempraktikkan teknik relaksasi secara teratur dapat meningkatkan perasaab rileks.
  3. Berolahraga secara teratur, karena olahraga merupakan pereda alami stress.
  4. Tidur yang cukup, karena kurang tidur dapat meningkatkan rasa cemas dan memperbutuk pikiran.
  5. Pandai dalam mengkonsumsi kafein dan alkohol, karena dapat memperburuk keadaan.
  6. Melatih pikiran untuk tetap tenang, karena rasa cemas hanya sebuah kebiasaan mental. Agan dapat mempelajari cara untuk mengatasinya.
Mungkin itulah yang bisa Seonggok kasih kan kan kepada agan sekalian. Untuk info aneh lainnya, silahkan menuju ke sini
-W-

0 Comments:

Post a Comment