Bipolar Disorder

Pernahkah Agan menemui orang dengan loncatan mood yang tidak wajar? Dari super gembira dan aktif lalu tiba-tiba sedih dan merasa tidak berdaya. Atau Agan sendiri pernah mengalaminya ? Nampaknya Agan perlu waspada dengan gangguan Bipolar, karena loncatan mood yang drastis adalah salah satu gejala gangguan Bipolar (bipolar disorder).


Gangguan bipolar, bisa juga disebut dengan gangguan manic-depresif, adalah gangguan otak yang menyebabkan pergantian mood, energi, dan aktivitas secara tidak wajar, sehingga mempengaruhi kemampuan untuk melakukan tugas atau pekerjaan sehari-hari. Gejala yang ditimbulkan Gangguan Bipolar sangat mengganggu, berbeda dengan naik turunnya mood yang biasa dialami oleh orang pada umumnya. Bahkan gejala gangguan Bipolar bisa menyebabkan rusaknya hubungan sosial, performa sekolah atau pekerjaan yang buruk, dan bunuh diri. Tapi tenang saja, gangguan Bipolar dapat ditangani, orang dengan gangguan Bipolar tetap bisa menjalani hidup yang produktif.

Ada 2 faktor yang menyebabkan gangguan bipolar:
1. Faktor Genetik dan Lingkungan. 
Gangguan Bipolar cenderung diwariskan di keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan susunan gen tertentu akan lebih rentan untuk terkena Gangguan Bipolar dibandingkan orang kebanyakan. Menurut penelitian Finn dan Smoler tahun 2003, keluarga dekat orang yang terkena gangguan Bipolar memiliki resiko 10 kali lipat terkena gangguan Bipolar. Kemunculan gangguan bipolar yang lebih dini juga terkait dengan resiko genetik. Tapi genetik bukan satu-satunya faktor resiko dari Gangguan Bipolar. Faktor genetik ini dapat terpicu apabila lingkungan juga mendukung munculnya gangguan Bipolar, seperti lingkungan yang stressfull.
2. Faktor Fungsi dan Struktur Otak.
Salah satu penelitian menggunakan MRI menemukan bahwa korteks prefrontal otak pada orang dewasa dengan Gangguan Bipolar cenderung lebih kecil dan kurang berfungsi dibandingkan orang dewasa tanpa Gangguan Bipolar. Prefrontal Korteks adalah bagian otak yang terlibat dalam fungsi eksekutif seperti pemecahan masalah dan pembuatan keputusan.

Gejala Dan Tanda 

Suasana hati (mood) penderita gangguan bipolar sering berayun dari tingkat rendah, depresi kemudian berubah ke atas, menjadi mania. Ketika berada pada tingkat depresi, si penderita akan merasa sedih tak berdaya, serta merasa berputus asa. Ketika pada tingkat mania, si penderita akan terlihat riang gembira dan penuh energi.

Gejala Gangguan Jiwa Bipolar bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Pada sebagian orang, masalah timbul ketika dalam kondisi mania, pada orang lain masalah timbul pada kondisi depresi. Kadang kadang gejala mania dan depresi muncul bersamaan (campuran).
Pada kondisi mania, beberapa gejala yang muncul antara lain:
  • Euphoria (gembira)
  • Inflated self-esteem (percaya diri berlebihan)
  • Poor judgment (kemampuan menilai menjadi jelek)
  • Bicara cepat
  • Racing thoughts (pikiran saling berkejar-kejaran)
  • Aggressive behavior (perilaku agresif)
  • Agitation or irritation (agitasi atau iritasi)
  • Kegiatan fisik meningkat
  • Risky behavior (perilaku yang berbahaya)
  • Spending sprees or unwise financial choices (tidak mampu mengelola uang, mengeluarkan uang tanpa perhitungan)
  • Meningkatnya dorongan untuk berprestasi atau mencapai tujuan
  • Meningkatnya dorongan seksual
  • Berkurangnya dorongan untuk tidur, tidak merasa mengantuk.
  • Gampang terganggu konsentrasi
  • Berlebihan dalam mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan
  • Sering bolos sekolah atau kerja
  • Mempunyai waham atau keluar dari realitas
Pada kondisi depresi, gejala yang muncul antara lain:
  • Kesedihan
  • Merasa tanpa harapan
  • Keinginan atau tindakan bunuh diri
  • Anxiety (kecemasan)
  • Perasaan bersalah
  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan menurun atau bahkan naik.
  • Merasa lelah berlebihan
  • Hilangnya minat pada kegiatan yang dulu dinilainya menarik/ menyenangkan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Rasa nyeri kronis tanpa alasan yang jelas
  • Sering mangkir sekolah/kerja
  • Prestasi rendah di sekolah atau tempat kerja
Gangguan jiwa bipolar, sering juga mempunyai gejala gejala sebagai berikut:
  1. Seasonal changes in mood, perubahan suasana hati musiman. Seperti pada penyakit Seasonal Affective Disorder (gangguan affektif musiman), suasana hati atau mood penderita bipolar dapat berubah selaras dengan perubahan musim. Beberapa penderita menjadi mania atau hipomania dimusim semi dan musim panas, kemudian berubah menjadi depresi dimusim gugur atau musim dingin. Pada beberapa penderita bipolar lain, gejalanya malah kebalikannya, yaitu depresi di musim panas namun hipomania atau mania dimusim dingin.
  2. Rapid cycling bipolar disorder. Pada beberapa penderita gangguan bipolar perubahan suasana hati berlangsung cepat, yaitu mengalami perubahan mood (suasana hati) 4 kali atau lebih dalam setahun. Namun kadang kadang, perubahan perasaan bisa berlangsung lebih cepat, yaitu dalam hitungan jam.
  3. Psikosis. Pada penderita bipolar dengan gejala mania atau depresi berat, sering muncul gejala psikosis yaitu pemikiran yang tidak berdasar realita. Gejalanya bisa berupa halusinasi (suara atau penglihatan) dan delusi (percaya sesuatu yang berbeda dengan kenyataan).
Gejala gangguan bipolar pada anak anak dan remaja

Biasanya tidak jelas perubahan dari mania ke depresi atau sebaliknya, pada anak anak dan remaja, gejala yang menonjol adalah sikap yang mudah meledak (marah atau menangis), perubahan suasana hati yang cepat, agresif dan ugal-ugalan/sembrono (reckless). Sebagai contoh, seorang anak dengan gangguan bipolar bisa terlihat sangat gamang atau pandir/bodoh, dan kemudian diikuti dengan tangisan atau kemarahan panjang dalam kurun waktu satu hari.

Penanganan

1. Obat-obatan
Ada berbagai macam obat untuk gangguan bipolar. Bila satu jenis obat tidak cocok, masih ada jenis lain yang mungkin akan lebih sesuai. Kadang dokter mengkombinasikan beberapa obat untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Obat untuk gangguan bipolar antara lain berupa obat untuk menstabilkan suasana hati (mood) sehingga tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi, dan obat lain untuk mengendalikan kecemasan (anxiety) dan depresi. Ada beberapa jenis obat untuk obat gangguan bipolar, yaitu:
  • Lithium (Lithobid, dll) merupakan obat untuk menstabilkan suasana hati (mood stabilizer) yang efektif dan sudah dipergunakan selama bertahun-tahun. Pada pemberian lithium, pemeriksaan darah secara periodik diperlukan karena lithium dapat menyebabkan gangguan kelenjar thyroid atau ginjal. Efek samping yang sering muncul adalah: mulut kering, gangguan pencernaan dan gelisah.
  • Anticonvulsants. Obat yang mentsabilkan suasana hati (mood stabilizer) dalam kelompok ini antara lain: valproic acid (Depakene, Stavzor), divalproex (Depakote) and lamotrigine (Lamictal). Obat asenapine (Saphris) bisa dipakai untuk mengobati episode campuran (mixed episode). Efek samping tergantung obat yang diminum, antara lain berupa: pusing, penambahan berat badan dan perasaan mengantuk (drowsiness). Beberapa jenis anticonvulsant bisa mengakibatkan efek samping lebih serius seperti bercak bercak merah di kulit, gangguan darah dan gangguan liver.
  • Antipsikotik.Beberapa obat antipsikotik seperti aripiprazole (Abilify), olanzapine (Zyprexa), risperidone (Risperdal) dan quetiapine (Seroquel) bisa diberikan pada penderita gangguan bipolar yang tidak cocok dengan obat dari kelompok anticonvulsants. Satu satunya obat antipsikotik yang dianjurkan oleh FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Amerika) untuk gangguan bipolar adalah quetiapine, namun dokter tetap dapat meresepkan obat yang lain. Efek samping yang timbul tergantung obat yang dipakai, namun yang sering muncul adalah: penambahan berat badan, penglihatan kabur, gemetar (tremor), mengantuk dan detak jantung yang cepat. Pada anak anak penambahan berat badan sering jadi keluhan. Obat antipsikotik sering mengganggu kemampuan mengingat (memory) dan gangguan perhatian (atensi) dan gerakan spontan otot wajah dan anggota badan.
  • Obat anti depresi. Tergantung gejala yang ada, dokter kemungkinan akan memberi obat anti depresi. Pada beberapa kasus, pemberian anti depresi pada penderita gangguan bipolar bisa memicu timbulnya gejala mania. Namun hal ini bisa dihindari bila obat anti depresi diberikan bersamaan dengan obat penstabil suasana hati (mood stabilizer). Efek samping paling sering dari anti depresi adalah menurunnya dorongan seksual dan kesulitan orgasme. Beberapa obat anti depresi kuno, seperti golongan tricyclic dan MAOI dapat menyebabkan efek samping yang fatal sehingga memerlukan monitor yang ketat.
  • Symbiax. Merupakan campuran obat anti depresi fluoxetine dan obat anti psikotik olanzapine. Campuran tersebut bekerja sebagai anti depresi dan mood stabilizer. Efek sampingnya berupa penambahan berat badan, peningkatan nafsu makan, dan rasa mengantuk. Obat ini juga menimbulkan efek samping berupa penurunan dorongan seksual seperti pada obat anti depresi.
  • Benzodiazepine. Obat ini untuk mengurangi kecemasan (anxiety) dan memperbaiki gangguan tidur. Obat dalam kelompok ini antara lain: clonazepam (Klonopin), lorazepam (Ativan), diazepam (Valium), chlordiazepoxide (Librium) dan alprazolam (Niravam, Xanax). Obat kelompok benzodiazepine biasanya hanya dipakai sementara untuk mengurangi kecemasan (anxiety). Efek sampingnya berupa mengantuk, gangguan mengingat (memory), keseimbangan badan dan menurunnya koordinasi otot.
2. Psikoterapi
Psikoterapi merupakan salah satu komponen penting dari pengobatan gangguan jiwa bipolar. Psikoterapi untuk gangguan jiwa bipolar meliputi:
  • Cognitive behavior therapy (CBT) (terapi perilaku kognitif). CBT merupakan salah stau model psikoterapi yang sering diterapkan pada penderita gangguan jiwa bipolar. Fokus dari CBT adalah mengidentifikasi semua pola pikir dan perilaku negatif dan menata ulang dengan pola pikir dan perilaku yang positif (sehat). CBT bisa mengidentifikasi pemicu gangguan bipolar dan memperkuat kemampuan dalam mengatasi stress dan hal hal yang tidak menyenangkan hati.
  • Psychoeducation. Penyuluhan tentang gangguan bipolar sehingga si penderita dan keluarganya bisa memahami gangguan bipolar secara lebih baik sehingga bisa bekerja sama dalam pemulihan penyakit dengan lebih baik pula.
  • Family therapy (terapi keluarga). Terapi keluarga diberikan kepada keluarga sebagai keseluruhan utamanya untuk menciptakan suasana yang tidak menekan (stress). Dalam terapi keluarga diajarkan bagaimana komunikasi yang baik, menyelesaikan konflik dan memecahkan masalah.
  • Group therapy (terapi kelompok). Terapi dalam kelompok sesama penderita depresi. Dalam terapi ini sesama penderita bisa saling belajar.
  • Terapi lainnya. Terapi lainnya antara lain terapi untuk mendeteksi gejala yang memburuk (prodrome detection), interpersonal and social rhythm therapy, dll.
3.Electroconvulsive therapy (ECT).
ECT adalah terapi dengan menyalurkan arus listrik kedalam otak.Hingga sekarang, belum diketahui secara jelas menkanisme kerjanya, namun ECT terbukti efektif pada gangguan bipolar atau bila pemberian obat tidak bisa memberikan efek positif. Efek samping ECT adalah kebingungan yang dialami beberapa menit hingga beberapa jam setelah mendapat CT. Kadang ingatan atau memori juga bisa hilang, meskipun sifatnya hanya sementara.

4. Metode lain
Pendekatan lain yang masih baru adalah dengan transcranial magnetic stimulation. Kabel kabel dipasang di kepala bagian depan untuk mengantarkan aliran magnetic ke otak. Pengobatan ini juga hanya diberikan pada penderita depresi kronis yang tidak mempan obat.

Nah, segitu dulu ya gan. Postingan ini di kutip dari sini dan situ. Untuk info meraik lainnya, silahkan klik di sini.
-W-

1 comment:

  1. 2017 ford fusion hybrid titanium
    2017 ford fusion hybrid titanium rimless glasses titanium is titanium chain a new design concept developed by Baja Games that used ford escape titanium was brought 2020 edge titanium into development on the titanium mountain bikes SEGA Mega Drive. It has a new

    ReplyDelete