5 Langkah Membantu Seseorang Yang Depresi

5 Langkah Membantu Seseorang Yang Depresi - Jika seseorang yang kamu kenal menderita depresi hal ini bisa sangat sulit, membingungkan dan menyedihkan. Bukan hanya untuk kamu tapi juga dia. Kamupun kemudian ingin membantunya, namun pastikan kalau kamu telah mengatakan dan melakukan hal yang benar. Untuk mengetahui bagaimana kamu bersikap terhadapnya, berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.

Kenali Masalah 

1. Pelajari apa saja tentang depresi.
Cari tahu tentang gejala depresi dan bagaimana untuk mengetahui apakah dia depresi atau hanya akan melalui masa sulit. Kamu bisa cari di Internet, kenaanmu yang pernah menderita depresi bahkan kalau perlu orang yang professional.

2. Kenali tanda-tanda depresi pada teman kamu.
Setelah kamu melakukan poin pertama tadi, setidaknya kamu bisa tau apakah dia menderita depresi atau tidak. Kamu tidak perlu menjadi seorang dokter untuk mengenali banyak tanda-tanda depresi. Berikut cara mengetahui apakah ia benar-benar menderita depresi:
Image:Items we carry.jpg
  • Ia menjadi orang yang sama sekali berbeda. kalo enam bulan lalu kamu selalu bersenang-senang dengannya, sekarang ia bicara dalam suku kata tunggal dan kamu hampir tidak memiliki percakapan tanpa rasa kesedihan maka kemungkinan ia menderita depresi. 
  • Ia merasa sedih dan putus asa tentang segala sesuatu dalam hidupnya. Ia jarang mengungkapkan kegembiraan ketika berbicara tentang masa depan karena tidak percaya masa depan akan lebih baik. 
  • Ia tidak pernah mau melakukan sesuatu atau pergi kemanapun. Dia selalu tinggal dirumah dan tak ingin berinteraksi atau bertemu dengan orang lain. 
  • Ia sudah benar-benar tidak peduli terhadap penampilannya. Tidak merawat dirinya, bahkan tidak ingat kapan terakhir kali mandi. 
  • Ia dulu orang yang aktif, tapi kini hanya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur ditempat tidur. 
  • Kamu tidak bisa lagi mengingat kapan terakhir kali dia tertawa atau mengatakan sesuatu yang positif. 
  • Ia berada dalam keadaan putus asa secara terus-menerus 
3. Lakukanlah percakapan mengenai depresi teman kamu. Setelah kamu tau kalau dia depresi, kalian harus jujur dan saling terbuka. Kalau ia masih menutupi masalahnya, katakan bahwa dia tidak akan pernah menjadi lebih baik. Berikut cara melakukannya.
  • Bersikap tegas. Jelaskan kalo kamu khawatir tentangnya dan berpikir ia memiliki masalah nyata. Jangan biarkan dia mengabaikannya dengan mengatakan dia hanya memiliki saat yang buruk. jangan biarkan orang itu mengubah topik pembicaraan. 
  • Jangan konfrontatif. Ingatlah bahwa dia menderita masalah emosional dan dalam keadaan yang sangat rentan. Meskipun penting untuk bersikap tegas, jangan terlalu buru-buru. Alih-alih mengatakan, "Kamu depresi. Bagaimana kita akan menghadapinya?" mulai dengan kata-kata, "Belakangan ini kinerjamu tampak cukup menurun, Apa yang sedang sedang terjadi?”. Pancing dia untuk mengakui masalahnya sebelum kamu yang melakukannya. 
  • Diskusikan langkah selanjutnya. Setelah teman kamu mengaku memiliki depresi, kamu bisa bicara tentang cara-cara menanganinya. Apakah ia ingin mengatasi masalah itu langsung atau menghabiskan waktu untuk terus tenggelam dalam depresinya. 

Gunakan bantuan ahli 

1. Kenali ketika teman kamu butuh bantuan profesional.
  • Seorang profesional medis akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi teman kamu, ia juga tahu lebih banyak dan apa yang harus dilakukan, terutama jika teman kamu sedang membutuhkan obat/perawatan. Kamu bisa menemaninya untuk menemui dokter. 
  • Jika teman kamu punya pikiran untuk bunuh diri atau berbicara tentang bunuh diri, ia harus mencari bantuan profesional segera. Ini bukan lelucon. Kamu harus membawanya menemui dokter segera dan memperingatkan orang-orang terdekatnya. 
2. Komunikasikan dengan orang-orang yang bisa mendukungnya. Kamu tidak harus menjadi satu-satunya orang yang mencoba untuk membantu. Kontak keluarga, teman, atau bahkan motivator. Dengan berbicara pada mereka, kamu akan mengambil informasi tambahan dan perspektif tentang teman kamu dan kamu tidak akan merasa sendirian dalam situasi tersebut.


Memberikan Dukungan Emosional 
1. Menjadi pendengar yang baik. Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah mendengarkan teman kamu berbicara. Bersiaplah untuk mendengar apa pun yang ia mungkin katakan, dan cobalah untuk tidak terlihat terlalu terkejut bahkan jika dia mengatakan sesuatu yang benar-benar mengerikan, yang bisa membuat mereka menutup diri. Bersikaplah terbuka dan peduli.
  • Ketika teman kamu menceritakan sesuatu yang sangat menyedihkan, dorong dia dengan mengatakan, "Itu pasti sangat sulit untukmu menceritakan pada saya bahwa.." atau "Terima kasih sudah mau terbuka padaku..." 
  • Berikan teman kamu perhatian mutlak. Singkirkan ponsel kamu, lakukan kontak mata, dan tunjukkan kalau kamu memberikan 100 persen perhatianmu pada percakapan kalian. 
  • Jika ia tidak akan bicara, ajukan pertanyaan yang tepat. Ajukan beberapa pertanyaan ringan untuk memulainya berbicara terbuka, bahkan kalo kamu cuma bertanya tentang bagaimana dia menghabiskan minggunya. 
2. Tahu harus berkata apa. Seseorang yang menderita depresi sangat membutuhkan kasih sayang dan pengertian. Tidak cuma harus mendengarkan dengan baik, tetapi kamu harus peka tentang apa yang kamu katakan ketika berbicara tentang depresi.
  • Jadilah sensitif. 
  • Hal terbaik yang bisa kamu katakan, "Bagaimana saya dapat membantumu?" atau "Aku akan selalu di sini untukmu dan tidak akan membiarkanmu menghadapi ini sendiri." 
  • Ketahuilah ia mungkin tidak jujur ​​tentang betapa buruk yang dia rasakan. Banyak orang depresi malu dengan kondisi mereka dan berbohong tentang depresinya, jadi jika seseorang berkata, "Apakah kau baik-baik saja?" mereka akan mengatakan "ya," tetapi kamu harus memastikan mereka bisa memberitahu yang sebenarnya padamu. 
  • Jangan mencoba untuk berbicara dengan orang yang depresi diluar dari perasaannya. Ia mungkin bisa tidak rasional, tetapi mengatakan bahwa dia salah atau berdebat dengannya bukan cara yang baik. Sebaliknya, kamu bisa mencoba berkata, "Saya minta maaf bahwa Anda merasa buruk. Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu?" 
3. Selalu berhubungan. Ajak teman kamu jalan, tuliskan kartu, surat atau pesan yang membuatnya gembira, atau kunjungi dia di rumah. Ini akan menunjukkan bahwa kamu peduli dan tetap menemaninya apapun terjadi. 
  • Kunjungi ia sesering mungkin yang bisa kamu lakukan. 
  • Jika kamu bekerja, email dia. 
  • Kalo kamu tidak bisa menelepon setiap hari, berkomunikasi melalui SMS sesering yang kamu bisa.
4. Ingat dia sesering mungkin. Kamu mungkin menjadi frustrasi ketika memberikan nasihat yang bermaksud baik namun tidak memberikan perubahan yang berarti padanya. Jangan pesimis, kalo kamu merasa pesimisme ini mengambil terlalu banyak energi kamu, istirahat dan habiskan waktu melakukan sesuatu yang menyenangkan dan menginspirasi - ini terutama penting kalo kamu hidup dengannya.
  • Salahkan frustasi kamu pada penyakit, bukan orangnya. 
  • Bahkan jika kamu tidak bergaul, pastikan untuk mengeceknya setidaknya sekali sehari sehingga kamu tau dia bisa mengatasinya. 

Memberikan Dukungan Fisik 
1. Ajak dia keluar rumah. Ia akan merasa lebih baik bila menghabiskan waktu diluar rumah, bahkan jika hanya sedikit. Lakukan apapun yang bisa membuatnya menikmati udara segar.
  • Menikmati matahari. Sinar matahari akan meningkatkan mood seseorang. 
  • Jalan-jalan. Dia akan merasa lebih baik setelah terlibat dalam beberapa aktivitas fisik di luar ruangan. 
  • Ajak dia untuk melakukan yoga diluar ruangan, berenang, atau melakukan aktivitas lain yang membuat dia keluar. Perlu diingat bahwa jika teman kamu sangat tertekan, kegiatan ini bisa menyebabkan lebih banyak stress pada mereka daripada meringankan stresnya. Tetapi jika teman Anda setuju untuk mencoba hal-hal baru dan mengalami hari yang relatif baik, minta dia untuk mencoba kegiatan outdoor. 
2. Anjurkan teman kamu untuk mengejar kepentingan baru. Setidaknya rasa tertekannya berkurang jika ia telah terikat pada sesuatu hal yang baru dan membuatnya terfokus pada hal tersebut dan melupakan depresinya.
  • Cari literatur yang membuatnya bersemangat. Kamu bisa membacanya bersama-sama ketika ditaman atau mendiskusikan isi buku tersebut dengannya ketika ia selesai membacanya. 
  • Kamu bisa mengajaknya menonton film daru sutradara baru faforitmu. Dia bisa saja menyukainya, dan kamu juga bisa membawa banyak kaset dan menonton bersamanya dikemudian hari. 
  • Sarankan ia mengeluaran sisi artistiknya, melukis, menggambar, atau menulis yang bisa mengekspresikan dirinya. Tapi pastikan bukan hanya depresi yang ia ekspresikan. 
3. Improvisasikan diri kamu untuknya. Kamu bisa saja mendorongnya melakukan hal-hal baru, tapi usahakan kamu bisa berimprovisasi untuk berada bersamanya disana agar ia tidak merasa sendiri.
  • Ada bersamanya untuk melakukan hal-hal kecil seperti membuat makan siang atau menonton TV dapat membuat perbedaan besar. 
  • Kamu bisa meringankan beban orang yang depresi dengan membantu menjalankan tugas-tugas kecil seperti belanja untuk makanan dan kebutuhan, memasak atau membersihkan. 
  • Pada beberapa situasi kamu bisa memberi kontak fisik seperti pelukan, hal ini bisa membantunya merasa lebih baik. 


Jangan Lupakan Dirimu Sendiri
1. Jaga dirimu baik-baik. Sangat mudah untuk larut dalam masalah teman kamu dan melupakan diri sendiri. Kamu juga mungkin bisa mengalami "depresi menular," atau memicu masalah pada diri kamu.
  • Kalo kamu orang yang punya banyak masalah, kemungkinan kamu tidak bisa membantu teman kamu. Jangan gunakan masalahnya untuk menghindari masalahmu. 
  • Jangan sampai usaha kamu membantu teman justru membuatmu tidak bsa menikmati hidup dan melakukan hal-hal penting lainnya. 
  • Kalo kamu mulai merasa tertulari depresi oleh temanmu, segera cari bantuan. 
2. Atur waktu kapan untuk jauh darinya. Meskipun kamu adalah seorang yang luar biasa untuknya, jangan lupakan waktu untuk dirimu sendiri sehingga bisa menikmati hidupmu sendiri.
  • Bergaul dengan banyak teman dan anggota keluarga yang tidak depresi dan menikmati kebersamaan dengan mereka. 
  • Menjadi sehat. Cobalah untuk keluar berjalan-jalan di daerah pertanian, perkebunan, atau pasar sehingga kamu bisa merasakan kekuatan untuk kesehatanmu. 
  • Luangkan waktu untuk tertawa. Luangkan waktu untuk bergaul dengan orang-orang lucu, menonton film komedi, atau membaca sesuatu yang lucu. 
  • Jangan merasa bersalah untuk menikmati hidup kamu. Teman kamu yang depresi, bukan kamu. Kamu berhak untuk menikmati hidup. Ingatkan diri kamu kalo kamu tidak merasakan yang terbaik untukmu, maka kamu tidak akan bisa membantu temanmu.

0 Comments:

Post a Comment